Cirebon, 19 Agustus 2026 - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pembekalan bagi dosen. Kegiatan yang berlangsung pada 19 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) tahun 2026 yang akan melibatkan 60 madrasah.
Penguatan KBC di lingkungan FITK dikoordinasikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I. Pembekalan diarahkan agar nilai-nilai yang terkandung dalam KBC tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, interaksi akademik, dan pendampingan mahasiswa ketika berada di satuan pendidikan.
Rangkaian pembekalan diawali dengan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di PTKIN. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dan advisor INOVASI yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan. Dalam workshop, KBC diperkenalkan sebagai pendekatan pendidikan yang menempatkan hubungan antara pendidik dan peserta didik sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. Nilai cinta diarahkan untuk hadir dalam pembelajaran yang humanis, inklusif, serta menghargai keberagaman.
Dr. Atikah Syamsi menegaskan bahwa penerapan KBC perlu terlihat dalam praktik sehari-hari di lingkungan pendidikan.
“Kurikulum Berbasis Cinta tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep. Nilai-nilai tersebut perlu hadir dalam pembelajaran, interaksi akademik, serta bagaimana kita mendampingi mahasiswa ketika mereka terjun langsung ke madrasah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara FITK dan INOVASI, kemitraan pendidikan yang didukung Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia. Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman dan praktik baik pendidikan dengan kebutuhan lembaga pendidikan Islam.
Dosen Disiapkan sebagai Penggerak KBC
Setelah workshop, pembekalan dilanjutkan melalui Training of Trainers (ToT) Kurikulum Berbasis Cinta bagi Dosen FITK UINSSC. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dosen agar mampu menjadi fasilitator sekaligus agen diseminasi KBC. Dalam ToT tersebut, dosen dibekali cara menerjemahkan nilai-nilai KBC ke dalam pembelajaran, pengelolaan kelas, budaya akademik, dan pendampingan pendidikan. Peran dosen pun diarahkan tidak hanya sebagai supervisor akademik, tetapi juga sebagai penghubung antara nilai yang dikembangkan di kampus dengan praktik pendidikan di sekolah dan madrasah.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena para dosen akan mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan PLP di 60 madrasah. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membawa dan mempraktikkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ketika berinteraksi dengan guru, peserta didik, dan lingkungan madrasah.
Tidak Berhenti di Ruang Kelas
FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan pembekalan dosen ini tidak berhenti pada pelaksanaan workshop dan ToT. Penguatan kapasitas dosen diharapkan dapat berkembang melalui berbagai kegiatan akademik dan kemitraan, termasuk pendampingan mahasiswa, kerja sama dengan madrasah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan jejaring kelembagaan.
Dengan pendekatan tersebut, KBC ditempatkan sebagai bagian dari penguatan budaya pendidikan di FITK. Nilai-nilai seperti penghargaan terhadap sesama, relasi pendidikan yang sehat, dan kepedulian terhadap peserta didik diharapkan hadir dalam proses pendidikan, baik di lingkungan kampus maupun ketika mahasiswa menjalani PLP.
Pembekalan dosen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FITK memperluas praktik pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kualitas. Dari ruang kuliah hingga madrasah tempat mahasiswa belajar, Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.